HumbangNews.Id | Hadir dari cerita cinta yang terlarang: Di berbagai tempat di dunia sejak zaman dahulu kala, tongkat mungkin bisa dibilang menjadi senjata sakral atau kekuatan bagi pemimpin kerajaan hingga orang-orang yang memiliki kekuasaan.
Seperti bagi masyarakat Batak Toba, yang memiliki kepercayaan terhadap tongkat sakti bernama Tunggal Panaluan.
Baca Juga:
100 Tahun Sitor Situmorang: Napak Tilas Sang Penyair Melalui Panggung Opera Batak
Ya, Tunggal Panaluan merupakan tongkat sakti yang memiliki panjang kurang lebih 150 hingga 200 meter dari suku Batak Toba, dipercaya sebagai tempat bersemayamnya roh para leluhur, di mana tongkat ini memiliki kekuatan magis yang dapat menyembuhkan orang sakit, mengusir wabah, menjaga rumah, memanggil hujan sampai mendatangkan berkah.
Menurut beberapa legenda dan catatan yang didapat, tidak boleh sembarang orang yang memiliki tongkat sakti satu ini.
Hanya orang-orang terpilih yang bisa “memegang” atau memiliki tongkat ini, seperti para tetua adat (Datu) atau dukun.
Baca Juga:
Mengapa Suku Batak Menjadi Pencetak Sarjana Terbanyak?
Dalam pembuatannya sendiri, tongkat sakti suku Batak Toba ini dipercaya menggunakan ritual, sesajen dan proses penggarapannya pembuat harus berpuasa serta menggunakan bahan dari pohon khusus atau kayu tada-tada.
Nama Tunggal Panaluan sendiri diambil dari kata “tunggal” yang berarti satu dan “panaluan” yang berarti mengalahkan.
Banyak masyarakat suku Batak Toba percaya, jika memiliki tongkat ini maka mereka akan memiliki kekuatan, kekuasaan hingga disegani oleh orang-orang.