“Kami di PUPR tidak bekerja untuk menjawab komentar di media sosial, tetapi untuk memastikan masyarakat bisa kembali beraktivitas. Alam tidak bisa diprediksi sepenuhnya, tapi tanggung jawab kami adalah hadir secepat mungkin ketika bencana terjadi,” ujar Reinhard.
Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis Aek Sipoti memang memiliki tantangan tersendiri, sehingga pembangunan infrastruktur harus dilakukan bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta kajian teknis.
Baca Juga:
Pesona Produk UMKM Humbahas Pikat Hati Wamen Pariwisata RI di Panggung Nasional Inacraft 2026
“Jembatan yang ada saat ini adalah solusi sementara. Kami sudah merancang solusi permanen. Kritik kami terima, tapi mari lihat fakta: alat berat turun, pekerjaan dilakukan, dan akses dibuka. Itu yang utama,” tambahnya.
Ajakan Bersatu Hadapi Alam, melalui peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, saling mendukung, dan memahami bahwa manusia memiliki keterbatasan ketika berhadapan dengan kekuatan alam.
[Redaktur: Tohap Simaremare]