“Alam memiliki kekuatan yang tidak bisa dihentikan manusia. Siapa pun pejabatnya, sehebat apa pun perencanaannya, ketika hujan ekstrem dan pergerakan tanah terjadi, risiko tetap ada. Yang terpenting bukan menyalahkan, tetapi bagaimana pemerintah hadir dan bertindak cepat setelah kejadian,” tegas Sekda menyikapi kejadian itu.
Ia menekankan bahwa tugas pemerintah bukan melawan alam, melainkan mengelola risiko, meminimalkan dampak, dan mempercepat pemulihan demi kepentingan masyarakat.
Baca Juga:
Pesona Produk UMKM Humbahas Pikat Hati Wamen Pariwisata RI di Panggung Nasional Inacraft 2026
Sebagai bentuk tanggap darurat, Pemkab Humbahas langsung mengerahkan satu unit excavator untuk menangani badan jalan yang rusak. Penanganan dilakukan secara gotong royong bersama Pemerintah Desa dan masyarakat setempat.
Langkah ini bertujuan agar akses jalan dapat kembali dibuka secepat mungkin sehingga masyarakat tidak terisolasi terlalu lama. Berdasarkan hasil penanganan darurat di lapangan, akses jalan diperkirakan sudah dapat kembali dilalui pada sore hari.
Untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan telah merencanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) secara permanen yang dijadwalkan mulai Maret 2026. Pembangunan ini akan didanai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan mekanisme pergeseran anggaran, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Baca Juga:
Pemkab Humbang Hasundutan Terima Penghargaan Peringkat I Nasional Tahun 2025 Atas Pendaftaran Varietas Lokal Terbanyak
Sekda Humbahas juga menanggapi maraknya komentar negatif, tudingan, bahkan perundungan di media sosial yang menyudutkan Kepala Dinas PUPR Reinhard Marpaung. Ia menilai komentar tersebut tidak objektif dan tidak mencerminkan fakta di lapangan.
“Begitu laporan diterima, Kepala Dinas PUPR langsung turun ke lapangan, mengerahkan alat berat, dan memastikan penanganan dilakukan. Ini kerja nyata. Aparatur yang bekerja dengan tanggung jawab tidak pantas menjadi sasaran caci maki,” tegas Sekda.
Menanggapi kritik dan komentar miring di media sosial, Kepala Dinas PUPR Humbahas Reinhard Marpaung, menyampaikan sikap tegas dan profesional. Ia menegaskan bahwa pihaknya memilih fokus bekerja di lapangan daripada terlibat polemik di dunia maya.