Masalah itu berkaitan dengan bagaimana amunisi tank disimpan.
Tak seperti tank Barat modern, tank Rusia membawa banyak peluru di dalam menara mereka.
Baca Juga:
Perang Rusia-Ukraina, Kim Jong Un Puji Aksi Bunuh Diri Tentara Korut
Hal ini membuat tank sangat rentan karena bisa meledakkan seluruh penyimpanan amunisi mereka hingga 40 peluru.
Gelombang kejut yang dihasilkan mampu meledakkan dan mementalkan turret tank setinggi gedung dua lantai, seperti yang terlihat dalam video yang beredar di media sosial.
Saat Tank seri T-90 mulai beroperasi 1992, Rusia meningkatkan lapis bajanya tetapi sistem pemuatan misilnya tetap serupa dengan pendahu, sehingga tank sama rentannya, kata Drummond.
Baca Juga:
Kim Jong Un Puji Tentara Korut yang Bunuh Diri Hindari Ditangkap Ukraina
T-80 yang beroperasi di Ukraina juga punya sistem pemuatan rudal yang serupa. [As]