Dalam pertemuan itu, pembangunan jalan provinsi direncanakan dibangun tahun 2026 ini. Dengan dibangunnya ruas jalan tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas. Pembangunan jalan ini sudah lama dinanti-nantikan masyarakat. Hal tersebut dihadapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Kalau pembangunan jalan ini terealisasi, maka mimpi warga selama ini akan menjadi kenyataan.
Tanpa mengesampingkan sektor lain, upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan terus didorong guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Bidang ekonomi kerakyatan, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor pertanian, UMKM dan mempercepat pembangunan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) sebagai pilar utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
Bupati Humbang Hasundutan Bersama Menteri Pertanian RI Bahas Peningkatan Produktivitas Pertanian di Humbahas.
Program pemberdayaan masyarakat desa diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja. Program MBG (Makan Bergizi Gratis), pemerintah daerah terus digenjot guna mempercepat pencapaian target serta meningkatkan manfaat bagi masyarakat. Program tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang harus berjalan optimal dan tepat sasaran.
Sebagai pimpinan daerah, Purnawirawan TNI itu berkomitmen untuk selalu hadir ditengah-tengah masyarakat. Terkadang, tanpa melihat kondisi cuaca, baik gerimis, terik matahari, naik gunung, bergerak cepat dari satu lokasi ke lokasi lain, bahkan hujan deras sekalipun, semuanya ditembus demi memastikan kebutuhan masyarakat.
Tidak pernah ragu untuk bergerak cepat, bahkan harus melompat kesana kemari, demi memastikan pelayanan berjalan dan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat Humbang Hasundutan.
Baca Juga:
BNPB Serahkan 2 Miliar Lebih Bantuan Stumulan Perbaikan Rumah Terdampak Bencana di Humbahas
Bupati Humbahas ke tiga hasil Pilkadasung (Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung) sudah mengunjungi salah satu daerah terpencil yaitu Dusun Bungus Desa Sionom Hudon VII Kecamatan Parlilitan, selama 2 hari, Sabtu-Minggu 19-20 Juli 2025 lalu. Rombonganpun waktu itu menginap di rumah warga.
Perjalanan menuju dusun itu bukanlah hal perkara mudah, harus menelusuri jalanan yang berliku, berkelok-kelok, melewati bukit dan lembah dengan kondisi medan yang cukup terjal. Menuju dusun itu harus menempuh perjalanan hampir 6 jam lebih berjalan kaki, sejauh 18 kilometer. Jalan yang dilalui hanya sebagian kecil rabat beton, selebihnya jalan tanah bercampur bebatuan, licin dan terjal.
Di tengah perjalanan menelusuri hutan, suasana terasa begitu sunyi namun hidup. Langkah demi langkah terkadang disambut kicauan burung liar yang bersahut-sahutan dari pucuk-pucuk pohon, seolah menyapa pejalan kaki yang datang dari jauh.