HUMBANG.WAHANANEWS.CO, Doloksanggul - Di tengah gencarnya program prioritas pemerintah dalam ketahanan pangan dan swasembada pangan, kondisi miris justru terjadi di Desa Dolok Margu, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dimana puluhan hektar lahan pertanian yang produktif tandus dan terbengkalai.
Berdasarkan pantuan dilapangan lahan-lahan yang ada tersebut tampak menghijau oleh tumbuhan tumbuhan holtikultura, jagung dan tanah yang tampak membatu karena kekeringan. Pemandangan ini tampak miris ditambah dengan kegelisahan dan keluh keseh para petani setempat.
Baca Juga:
Manaek Hutasoit Reses di UPT SMPN 024 Sihonongan.
Menurut Am Pesta Purba salah satu petani di Desa Dolok Margi, Dusun Sitiotio menyampaikan kondisi parah seperti ini sudah berlangsung hampir 5 tahun akibat tanggul sepanjang 40 meter jebol dan saluran irigasi mengalami kerusakan. Diakuinya untuk air lancar dari Desa Dolok Margu, hanya saja akibat kerusakan saluran irigasi tersebut menyebabkan air terbuang sia-sia.
Kalau sebelumnya semua berjalan lancar, kami bisa menanam padi atau palawija. Akan tetapi sejak hampir 5 tahun ini kondisi parah, bahkan bukan bisa berswasembada untuk makan sehari-hari kami pun harus membeli beras. “Lahan pertanian ini satu satunya penopang hidup kami. Kalau kondisinya begini sudah pasti akan menjerit”, ujarnya kepada awak wartawan, Jumat (24/07/2026).
Jumlah lahan pengguna air jumlah keseluruhan hampir 40 hektar lebih. Dan jika semua berjalan lancar serta saluran irigasi bagus lahan tidur ini akan menjadi lahan produktif. Untuk perbaikan semua itu, kami pernah berupaya mandiri, akan tetapi karena kebesaran biaya mau tidak mau tertunda. Dan dari pemerintahan desa sama sekali tidak ada perhatian untuk ikut ambil peran, padahal pertanian menjadi salah satu sektor penting penguat perekonomian.
Baca Juga:
Dua Putri Cantik Kunjungi Wabup Humbahas
“Bagaimana sektor pertanian bisa maju dan berkembang, jika kondsi seperti ini. Apalagi saat ini pertanian menjadi salah satu sektor prioritas Pemerintah”, katanya disela sela menyabit rumput.
Senada dengan Togu Silaban, petani lain mengatakan selain akibat kerusakan serta saluran irigasi menuju lahan, kondisi pertanian kami disini juga tak luput dari serangan hama, untuk melakukan penyemprotan sangat sulit mendapatkan air. “Harapan kami sama, meminta perhatian pemerintah daerah Humbanghas bisa membantu perbaikan irigasi agar beban para petani berkurang”, ucap petani.