HUMBANG.WAHANANEWS.CO, Doloksanggul - Masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) saat ini boleh bersukacita menyongsong perayaan Hari jadi ke 23 Kabupaten Humbahas yang akan diperingati pada 28 Juli 2026. Humbaahas pemekaran diri dari Kabupaten Tapanuli Utara pada 28 Juli 2003.
Namun, apakah warga Masyarakat Batugaja Desa Paranginan Utara Kecamatan Paranginan turut bersuka cita atas peringatan hari jadi Kabupaten Humbang Hasundutan itu?. Sepertinya tidak demikian halnya mengingat betapa tidak pedulinya Pemkab Humbahas membangun infrastruktur jalan didaerah itu.
Baca Juga:
Bandara Silangit Kembali Ungkap Pengiriman Narkoba 2 Pelaku Berhasil di Amankan Polisi
Bukankah Pemekaran Kabupaten itu dimaksudkan untuk mempercepat pembanguman didaerah?. Demikian Jahormat Rajaguguk salah seorang penduduk Paranginan Utara mengatakan keprihatinannya atas mehancuran jalan TB Simatupang Batugaja Kamis 23/7/2026.
Selama 23 tahun beberapa kali telah berganti pimpinan daerah di Humbahas tidak satu orangpun diantara pimpinan itu yang memberi perhatian sedikit saja membangunnya. Padahal jalan TB Simatupang dulunya sebelum pemekaran Humbahas dari Taput adalah satu satunya jalan yang menghubungkan Onan Raja Paranginan menuju Pearung atau ke Sipinsur yang terkenal itu.
Jahormat berharap pada masa kepemimpinan Dr Oloan Paniaran Nababan SH.MH-Yunita Rebeka Marbun SH MA Bupati/wakil bupati Humbahas saat ini, mau memberi sedikit perhatian untuk memperbaiki lanjutan jalan TB Simatupang di Batugaja yang hingga kini belum pernah disentuh APBD Humbahas.
Baca Juga:
Informasi yang didapat,bahwa masyarakat Batugaja sudah berulang ulang mengeluhkan kondisi jalan yang kupak kapik itu kepada Pemkab Humbahas melalui musrenbang kecamatan di era kepemimpinan bupati terdahulu dan pada Pemerintahan Oloan-Rebeka saat ini. "kasihan masyarakat itu tidak dapat menikmati jalan yang bagus seperti daerah lain bahkan, untuk membawa hasil bumipun sudah sangat susah" sebut Jahormat.
Dia berharap, Oloan-Rebeka mau turun melihat, mendengar dan membangun jalan di Batugaja yang terkenal dengan hasil tanaman kopi Sigarar utang dan Panorama Alam Panguapan yang sangat indah itu"jika infrastruktur tidak terbangun bagaimana perekonomian masyarakat bisa maju dan bagaimana orang lain mau datang berwisata melihat alam Panguapan yang luar biasa indahnya itu" tegas Jahormat.
Terpisah, beberapa waktu lalu sekretaris desa Paranginan Utara Polin Sianturi saat dihubungi melalui jaringan WAnya membenarkan bahwa lanjutan pembangunan jalan TB Simatupang sudah tiga (3) kali diusulkan melalui usulan pada musrenbang kecamatan menjadi skala perioritas pembangunan di desa Paranginan Utara namun hingga kini masih belum ada hasilnya.