Di lokasi bencana, telah berdiri satu posko utama milik Basarnas dan satu dapur umum dari Kementerian Sosial yang menyediakan kebutuhan logistik bagi para personel maupun warga terdampak. Sementara itu, masyarakat yang rumahnya rusak atau berada di zona rawan longsor telah diungsikan ke rumah keluarga atau kerabat yang berada di lokasi aman.
Selain menelan korban jiwa, longsor juga merusak puluhan hektare lahan sawah milik masyarakat yang telah ditanami padi berusia dua bulan. Kerusakan lahan pertanian ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya ketahanan pangan warga dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga:
Longsor Panggugunan Pakkat Humbahas Renggut Nyawa, 4 Orang Meninggal 4 Orang Hilang
Wakapolres Kompol Manson Nainggolan, menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi imbauan dari petugas terkait potensi longsor susulan.
“Kami meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Jangan berada di sekitar tebing atau aliran sungai yang berpotensi terjadi pergerakan tanah. Utamakan keselamatan dan segera laporkan jika melihat tanda-tanda longsor.”himbaunya.
Ia juga menegaskan kepada masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintas di jalur Doloksanggul–Pakkat dan Pakkat–Barus, Tapanuli Tengah, karena akses tersebut saat ini lumpuh total akibat longsor di beberapa titik.
Baca Juga:
Bupati Humbahas Sampaikan Ucapan Selamat HGN dan Rasa Hormat yang Setinggitingginya Kepada Seluruh Guru
“Untuk sementara, seluruh warga kami imbau agar tidak melewati jalur tersebut. Kondisi jalan sangat membahayakan, banyak titik yang terputus dan rawan longsor susulan. Mohon kesabaran masyarakat hingga jalur benar-benar dinyatakan aman oleh petugas.” ujar Wakapolres.
[Tohap Simare mare]