HUMBANG.WAHANANEWS.CO, Doloksanggul - Gerak cepat penanganan pemulihan pasca bencana Pemerintah Kabupaten Humbahas (Humbang Hasundutan) bersama TNI dan berbagai pihak terkait semakin nyata dalam menangani dampak bencana alam banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan terputusnya akses jalan di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Humbahas.
Sebagai langkah konkrit yang dilakukan Bupati Humbahas Dr Oloan Paniaran Nababan dengan mendatangkan jembatan bailey sebagai solusi sementara.
Jembatan bailey itu telah tiba di Desa Panggugunan Kecamatan Pakkat, Senin 6 April 2026.
Baca Juga:
Humbahas Tampilkan Potensi Unggulan Dalam Ajang Internasional TOTK By UTMB di Samosir
Sekda Chiristison Rudianto Marbun, Kamis 9 April 2026 menjelaskan jembatan bailey akan segera dilakukan pemasangan di lokasi terdampak, salah satu diantaranya jembatan bungkuk yang berada di Desa Panggugunan Pakkat.
Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas yang sebelumnya terhambat akibat kerusakan infrastruktur. Pemasangan jembatan akan dilakukan secepat mungkin agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Ini solusi sementara, menunggu pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan.
Pemerintah Daerah mengucapkan terimakasih kepada pihak TNI, dalam mendukung penanganan pascabencana. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan tepat sasaran.
Baca Juga:
Bahas Penerimaan Pendapaatan Daerah, Bupati Humbahas Terima Kunjungan Kepala UPT Samsat Doloksanggul
Kadis PUPR Reinward Marpaung menambahkan jembatan bungkuk itu, kondisi awal dengan bentang 12 meter rubuh akibat bencana alam longsoran batu sungai. Jembatan bungkuk, saat ini sedang dilakukan penanganan guna memulihkan akses warga yang terdampak bencana dengan menggunakan konstruksi jembatan bailey. Ini merupakan kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Diperkirakan dapat kembali normal dilalui masyarakat paling lambat pada bulan Juni 2026 mendatang.
[Tohap Simare mare]