HUMBANG.WAHANANEWS.CO, Doloksanggul - Di tengah hamparan lahan hijau yang pinggiran di Desa Nagasaribu, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut, Nababan seorang petani sayur mayur dan bawang merah, merasakan perubahan besar dalam kehidupannya berkat Makan Bergizi Gratis (MBG). Perempuan yang sehari-hari menanam berbagai komoditas sayuran itu, kini bisa tersenyum lebih lega berkat peningkatan hasil panen.
Sebelum adanya program MBG, hasil panen yang ia dapatkan terbilang terbatas. Dalam sehari, Nababan hanya mampu menghasilkan sekitar 20 kilogram sayuran. Jumlah itu sering kali belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar maupun meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Baca Juga:
Kupas Habis Permasalahan Adminduk, Disduk Catpil Humbahas Zoom Meeting Bersama Masyarakat
Namun, kondisi tersebut berubah setelah program MBG berjalan. Kini, hasil panennya melonjak signifikan. Khusus untuk cabai, mampu memanen 300 kilogram. Untuk kubis, bisa menghasilkan 50 sampai 60 kilogram per hari. “Sesudah ada MBG, Ini efeknya luar biasa”. Peningkatan ini tidak hanya dirasakan oleh Nababan seorang. Ia menyebut hampir semua petani yang menanam sayuran mengalami hal serupa. Produksi sayuran meningkat, peluang penjualan semakin terbuka, dan semangat petani pun ikut terangkat.
“Terimakasih setelah ada program MBG, semua sayuran menjadi potensi dan membawa petani menjadi lebih maju”. Nababan berharap program ini dapat terus berjalan dengan lancar dan memberikan dampak yang lebih luas bagi petani di berbagai daerah. “Ya, semoga MBG terus berjalan lancar dan sukses,” ucapnya. Petani di Desa Silaban, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut.
Pada kesempatan yang sama, Silaban juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto atas program yang dinilai membawa perubahan nyata bagi para petani. “Terima kasih Pak Presiden Prabowo Subianto yang telah membangun program MBG, membuat petani semakin maju, semakin sukses,” ujar Nababan salah satu anggota kelompok tani di Desa Nagasaribu, Kecamatan Lintongnihuta.
Baca Juga:
Bupati Humbahas: Saya Tidak Salah Pilih Desmauli Lumban Batu Ke UPT SMPN 025 Siborutorop.
Wakil Bupati Humbang: MBG Sangat Mendukung Kesejahteraan Petani Apabila Dikelola dengan baik untuk pembukaan lahan-lahan tidur. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif utama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dengan menyerap hasil panen lokal untuk kebutuhan makan bergizi sekolah. Program ini mendongkrak pendapatan petani apabila lahan tidur masyarakat dapat dikelola menjadi lahan produktif di Kabupaten Humbang Hasudutan ini dengan menciptakan permintaan pasar yang stabil
Hal itu disampaikan ,Wakil Bupati Humbang Hasundutan,Yunita Rebeka Marbun, baru-baru ini, Rabu (22/4/2026) diruang kerjanya
"Dampak Program MBG terhadap petani menjadi kepastian pembeli untuk produk pertanian seperti sayur, buah, lauk-pauk, dan susu dan ikan. Menggerakkan ekonomi pedesaan dengan melibatkan petani lokal secara langsung, Menggunakan bahan pangan lokal, sehingga memberdayakan petani kecil dan UMKM, sehingga perputaran uang di daerah ini sangat siknifikan".
Dia menjelaskan, Selain meningkatkan ekonomi petani, program ini bertujuan menekan angka stunting, selain program tersebut untuk menggaet generasi muda dalam meningkatkan swasembada pangan. "Apabila kita selalu membeli dari luar daerah hasil hasil pertanian uang dari daerah ini sudah akan keluar daera, ujarnya
Program MBG juga akan melibatkan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan operasional program. Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan pelaku usaha lokal sebagai bagian penting dari ekosistem pemenuhan gizi nasional.
Keterlibatan koperasi dan UMKM mencakup penyediaan bahan pangan, jasa pendukung, hingga distribusi sesuai kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pendekatan ini memperkuat rantai pasok lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku ekonomi rakyat.
“Koperasi dan UMKM kami dorong menjadi mitra strategis MBG. Selain menjaga kelancaran pasokan, pendekatan ini juga memperkuat ekonomi lokal,” ujar Rebeka
Sinergi dengan koperasi dan UMKM memungkinkan MBG berjalan lebih adaptif terhadap potensi daerah tanpa mengabaikan standar mutu dan keamanan pangan. Dengan demikian, pelaksanaan program tetap terjaga kualitasnya sekaligus inklusif bagi pelaku usaha lokal.
Rebeka menambahkan bahwa penguatan ekosistem lokal menjadi bagian dari keberlanjutan program di Kabupaten Humbang Hasundutan masih banyak lahan lahan tidur untuk dapat dikelola menjadi lahan produktif untuk meningkat potensi pertanian. Harapan kita kepada masyarakat agar bersatu duduk bersama agar program MBG dapat meningkatkan kesejahtaraan masyarakat petani di Kabupaten Humbang Hasundutan ini
"Yang dituntut adalah pertama kebersamaan masyarakat petani dengan membahas cara bertanam dengan baik, selain itu membahas lahan lahan tidur untuk dapat dokelola menjadi lahan produktif"jelas Rebeka.
[Redaktur: Tohap Simaremare]